Sharing is caring

Ket. Photo : Kompol Jericho Lavian Chandra (Pakai Rompi) dan Akp Rusdi Marzuki (Kemeja Putih) Saat Penggrebekan Lokasi Pengoplosan Gas Elpiji di Kabupaten Labuhanbatu Utara. (Foto:Istimewa)

 

Labura | Issu.Com – Tim gabungan dari Subdit IV Tipidter Ditkrimsus Polda Sumatera Utara (Poldasu) bersama Polres Labuhanbatu grebek sebuah gudang pengoplosan Gas Elpiji 3 Kg milik pengusaha berinisial AAP dan AM yang berlokasi di Dusun Suka Jadi, Desa Damuli Pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumut.

Dalam penggerebekan tersebut, selain mengamankan 6 orang pelaku, petugas juga berhasil menyita ratusan unit tabung gas berbagai ukuran sebagai alat bukti.

Ps. Kasubdit IV Tipidter Ditkrimsus Polda Sumut Kompol Jericho Lavian Chandra (Pakai Rompi)

Ps. Kasubdit IV Tipidter Ditkrimsus Polda Sumut Kompol Jericho Lavian Chandra, Rabu (6/9) mengatakan, pengungkapan tindak pidana penyalahgunaan minyak dan gas bumi tersebut berawal dari informasi masyarakat pada hari sebelumnya.

Dalam informasi itu, pada Senin 4 September 2023 disebutkan, di lokasi itu terdapat aktivitas penyalahgunaan gas elpiji yang di subsidi pemerintah, dan pada 5 September 2023 dini hari sekira pukul 00.30 wib team langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

“Disana ditemukan adanya kegiatan memindahkan gas elpiji dari tabung 3 Kg kedalam tabung kemasan 12 Kg. Untuk sementara 6 orang sudah diamankan untuk dimintai keterangan, sedangkan 2 orang lainnya yakni IQ (24) dan RD (15), sudah ditetapkan s4bagai tersangka,” ucapnya.

Jericho menuturkan, dari pengungkapan tersebut pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah alat bukti berupa 170 unit tabung gas 3 Kg, 71 unit tabung gas 12 Kg, 21 buah karet tabung gas, 50 alat jos atau pemindah isi, 57 buah hologram tabung, 39 tutup tabung dan 2 unit spidol.

“Pelaku akan dikenakan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dengan Pasal 40 angka 9 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 KUHP,” aparnya rinci.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan ahli yang akan dilanjutkan dengan pemberkasan dan pelimpHuntuk kemudian dilakukan pemberkasan dan pelimpahan kepada Jaksa Penuntut Umum,” terang Jericho, mengakhiri. ☆☆☆

 

Penulis : Erine Indri Yani
Editor. : Indra Dharma

 

 

Print Friendly, PDF & Email