Komisi III DPRD Kabupaten Labuhanbatu Dihadiahkan Perda

0
656

JAKARTA, issu.com – Melalui pelaksanaan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Tengah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu dihadiahkan seperangkat Peraturan Daerah (Perda) sebagai materi pembanding guna dapat direalisasikan.

“Oleh-olehnya kita beri Perda dari Kabupaten kami aja ya bapak ibu, semoga bisa jadi pembanding di kabupaten Labuhanbatu nantinya,” ujar Kabag Humas Protokoler DPRD Kabupaten Bekasi, Ahmad Karnadi S.Sos, di aula kantor dewan setempat, Senin (29/7/2019).

Kata Karnadi, materi Perda yang diserahkan tersebut, meliputi dokumen yang nantinya diharapkan menjadi regulasi baru di Labuhanbatu. Serta, mampu memberikan dampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah setempat.

Diuraikan, dengan situasi yang sama, seluruh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, saat ini sedang melaksanakan kegiatan serupa dengan mengunjungi sejumlah daerah yang ditetapkan melalui program kunjungan kerja dan anjangsana.

“Mohon maaf kami, hari ini tidak turut serta didampingi anggota Dewan, sebab, sebanyak 50 anggota DPRD disini juga melakukan kunjungan dan anjangsana ke berbagai daerah. Ada yang ke Semarang, Batam, dan dalam daerah,” sebutnya.

Dijelaskan, untuk kondisi Kabupaten Bekasi, tahun 2019 ini PAD mencapai 5,8 Triliun dengan konsentrasi melalui pabrik sebagai kawasan industri yang merupakan ‘aset’ terbesar di Indonesia. Tentu saja, perusahaan tersebut menjadi daya magnet sebagai peningkatan pendapatan di bidang perindustrian.

“Namun, dalam hal potensi ini, Pemerintah Daerah telah beberapa kali melakukan revisi Perda, khususnya tentang retribusi dan pajak daerah. Serta menurut kami, Komisi II sangat lebih dominan dalam mendongkrak peningkatan PAD dikarenakan lebih fokus dalam kebidangannya,” bilang Karnadi.

Menyikapi kehadiran Komisi III inipun,dia mengemukakan, bahwa kunker dapat di implementasikan sebagai kegiatan peningkatan kapasitas dan pengembangan ilmu pengetahuan serta wawasan anggota dewan. Tentu pula, direalisasikan dengan scedule/jadwal kegiatan lewat proses Badan Musyawarah (Banmus).

“Ada segmen penting didalamnya, yakni untuk melihat potensi dengan komitmen bersama DPRD yang diselaraskan lewat Banggar. Dalam hal ini, PAD dapat tergali, serta bisa disinkronkan dengan kegiatan lainnya yang menyasar kepada peningkatan intelektual anggota dewan, ini juga perlu,” paparnya.

Diruangan yang sama, Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Budiono, juga meminta formulasi tentang langkah dan cara OPD dalam menaikkan pendapatan Kabupaten Bekasi, apabila dibandingkan dengan PAD di wilayah Labuhanbatu yang sangat jauh lebih rendah capaiannya.

“Dinas pendapatan adalah OPD yang pertama kali mesti didorong melalui banggar, yakni tentang pendukung dan kendala potensi sejak awal hingga berkembang. Serta, kualitas ASN terus dipacu dengan pola peningkatan jaringan konsentrasi dan pola penekanan secara struktural untuk menaikkan capaian PAD terhadap pemerintahan setempat,” tutup Karnadi.

Tampak hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Hj Meika Riyanti Siregar SH, Ketua Komisi III Matnoor Ritonga, dan anggota Komisi meliputi, Ir Zulkifli Siregar, Siti Raudhoh, Truly Simanjuntak, Ema Wibasari, Burhanuddin Harahap, beserta sejumlah staff.

(bede | Jims | ic)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here