Sharing is caring

 

Ket. Photo : Stublish Mapolres Labuhanbatu. (foto : Istimewa)

 

 

 

Labuhanbatu | Issu.Com – Terkait adanya laporan ke pihak kepolisian tentang dugaan melakukan perbuatan cabul terhadap keponakannya sendiri, Fredy atau pria yang akrab di sapa FR menepis tuduhan tersebut. Dikatakannya, ia tidak pernah melakukan perbuatan cabul sperti yang dituduhkan.

“Saya tidak pernah melakukan hal itu terhadap ponakan sendiri, kalau benar saya ada melakukan, saya adalah orang terbejat di dunia,” kata Fredy kepada sejumlah wartawan pada Rabu sore (23/8/2023).

Diungkapkan Fredy, dirinya dilaporkan oleh RH yang merupakan ibu dari SFS ke Mapolres Labuhanbatu pada 16 Agustus 2023 dengan tuduhan melakukan perbuatan cabul kepada SFS yang merupakan keponakannya.

Dalam laporan itu, ucap Fredy, dirinya dituduh melakukan perbuatan bejat tersebut pada tanggal 5 Juli 2023 yang lalu, yang seyogyanya tuduhan itu tidak benar dan terkesan mengada-ada.

Karena menurutnya, pada tanggal yang dituduhkan tersebut dan pada tanggal – tanggal sebelumnya, dirinya hampir setiap malam selalu berada di salah satu warkop milik Sakdiah Siregar (50) yang berada di Jalan Besar Perlayuan, Kelurahan Pulo Padang, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu.

“Pas tanggal 6 badan saya kurang sehat, besoknya saya terbaing sakit dirumah. Saya memanggil dokter kerumah untuk di obati. Kemudian di bawa ke Rumah Sakit Al Azis Rantauprapat,” terang Fredy.

Yang lebih aneh lagi, sambung Fredy, pada tanggal 14 Agustus 2023 kemarin, ponakannya itu masih datang ke rumahnya di komplek perumahan DL Sitorus Ujung Bandar untuk menawarkan barang dagangannya berupa rokok.

“Karena dia saat itu datang sebagai salesnya, itu juga membuktikan kalau ponakan saya tidak trauma seperti yang saat ini terkesan sengaja di isukan,” Ucapnya.

“Dan kalau dikatakan SFS trauma, masak SFS masih datang kerumah dan menawarkan rokok untuk saya beli, dan saat itu saya beli sebanyak 5 bungkus,” ungkapnya menambahkan.

Ket. Photo : Beberapa orang warga yang sedang berada di warung milik Sakdiah Siregar.

 

Terpisah, Sakdiah Siregar (50) warga Kelurahan Pulo Padang, Labuhanbatu saat dikonfirmasi wartawan juga membenarkan bahwa Fredy hampir setiap malam hingga subuh sejak setahun yang lalu berada di warungnya bersama warga setempat.

“Karena sudah terbiasa ngumpul, warga sini selalu nyariin Om Fredy kalau satu malam saja terlambat datang,” tutur Sakdiah yang dibenarkan oleh beberapa warga yang lain yang mengaku bernama Robert dan Rinto, yang saat itu sedang berada di warkop tersebut.

“Seingat kami, om fred tiap malam disini, tapi dia memang pernah tidak datang karena lagi sakit. Besoknya orang sini pun banyak yang langsung pigi kerumah om fred untuk menjenguk,” Jelas beberapa warga itu.

Informasi dihimpun, sebelumnya Fredy dilaporkan ke Polres Labuhanbatu karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur oleh RN (39) ibu kandung korban didampingi pengacara, Rabu (16/08/2023) dengan surat laporan LP / B / 996 / Vlll /2023 / SPKT / RES – Labuhanbatu / Polda Sumut pada tanggal 16 Agustus 2023 sekira pukul 23.29 WIB.

Menurut keterangan pihak kepolisian, kasus tersebut saat ini sedang ditangani di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Labuhanbatu dan telah dilakukan olah tempat kejadian perkara. (i2d)

 

 

Editor : Indra Dharma

Print Friendly, PDF & Email